Senin, 13 April 2009

Kampanye Pemilu di Tual 2009


Kampanye pemilu di Tual dimulai dengan pawai Alegori yang diikuti oleh seluruh partai peserta pemilu. Yang menarik, pawai ini dimeriahkan sejumlah anak-anak di bawah umur. Menurut panwaslu Tual, hal ini melanggar hukum. Ikuti wawancara dengan Ika Fransiska penyiar radio Gelora Tavlul, mitra kami di Tual.

Ika Fransiska [IF]: Ini kampanye pemilunya diawali dengan pawai alegori, diikuti oleh sekitarPemilu Damai 2009.jpg 587 calon anggota legislatif dari Maluku Tenggara dari 37 partai politik dan pawai alegori itu dalam bentuk jalan kaki. Dan ini sangat mendapat antusias besar dari masyarakat terbukti karena masyarakat memadati jalan utama pada pawai alegori kemarin.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Trus apa aja sebenarnya agendanya selain pawai?

IF: Pihak KPUD setempat juga sudah akan menjadwalkan partai politik untuk berkampanye ya. Satu hal yang menarik pada pawai alegori kemarin ini banyak juga yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Dan ini juga menjadi pemandangan yang agak sedikit kontras.

Melibatkan anak-anak
RNW: Anak-anak di bawah ini maksudnya mereka ikut pawai gitu?

IF: Ya, ikut pawai.

RNW: Siapa anak-anak di bawah umur ini, maksudnya apakah keluarga dari para caleg atau hanya simpatisan yang mungkin diajak gitu?

IF: Ya, ini juga masih sempat diselidiki oleh panwaslu setempat, dalam hal ini panwaslu kota Tual menjelaskan bahwa sesuai undang undang melibatkan anak-anak merupakan pelanggaran dan pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut.

RNW: Tapi belum ada sanksi dijatuhkan begitu masih dalam penyelidikan?

IF: Ya, belum ada sanksi yang dijatuhkan.

RNW: Ini dilakukan oleh semua partai yang ikut pawai alegori kemarin?

IF: Kontrasnya itu mungkin karena semua partai ya, dan mungkin ini pertama kalinya di kabupaten Maluku Tenggara, juga kota Tual, bahwa anak-anak mengikuti kampanye terbuka.

RNW: Kira-kira apa ini penyebabnya mbak Ika, kenapa sampai anak-anak juga dikerahkan istilahnya untuk ikut kampanye?

IF: Ini mungkin lebih pada menggerakkan massa untuk lebih banyak massanya. Untuk lebih dilibatkan membawa bendera partai atau mungkin sekedar untuk memakai baju partainya saja, padahal ternyata itu sudah melanggar undang undang.

RNW: Ini ngomong-ngomong soal melanggar undang undang, kami baca berita di Ambon ada seorang caleg, diduga menyebarkan uang kepada massa pendukungnya dan katanya dilakukan di depan massa dan wartawan?

IF: Kalau soal yang di Ambon kita juga belum tahu informasinya ya, tapi kalau memang untuk di kabupaten Maluku Tenggara juga untuk kota Tual, praktek untuk membagi-bagikan barang tapi bukan berarti dalam bentuk uang, tapi membagi-bagikan barang itu juga sudah menjadi tradisi di sini.

RNW: Barang seperti apa misalnya mbak Ika?

IF: Misalnya seputar sembako, terus ada juga barang-barang elektronik.

RNW: Bagaimana pendapat panwaslu soal itu?

Melanggar undang undang
IF: Sampai saat ini memang juga ada caleg yang berkompetisi pada ajang pemilu 2009, juga sempat mengharapkan pihak panwaslu untuk segera menindaklanjuti hal ini, karena memang kita memang harus berjalan sesuai dengan undang undang dan pembagian barang-barang atau pun materi seperti ini memang sangat melanggar ya. Tapi sampai saat ini di kabupaten Maluku Tenggara juga kota Tual, panwaslu juga belum menindak hal ini.

Kampanye Pemilu 2009.jpgRNW: Kira-kira sampai kapan ini panwaslu akan berlama-lama istilahnya untuk menindak hal seperti ini. Apa mungkin sengaja supaya nanti pada akhirnya tidak perlu ada tindakan, bagaimana menurut mbak Ika?

IF: Ya, kalau menurut saya sih, memang jangan cuma hanya berbicara saja ya, tapi memang sebaiknya panwaslu juga harus membuat aksi yang nyata dengan menindak tegas tidak perlu pandang bulu.

RNW: Kelihatannya ada arahan untuk kesana mbak Ika?

IF: Ya, sepertinya ada, karena ini adalah aksi nyata dari panwaslu kota Tual, yang sudah langsung mengumumkan bahwa mereka akan menindaklanjuti hal tersebut kepada pihak KPUD terkait dengan parpol, atau caleg yang melanggar ketentuan perundangan.

RNW: Menurut mbak Ika, sambutan masyarakat itu antusias gitu ya, mereka ini antusias karena mengenal para partainya atau karena pingin dapat barang, atau mereka memang benar-benar kenal dengan partainya?

IF: Karena calegnya itu, calonnya. Mereka mungkin tidak terlalu antusias kepada parpol, tapi calon atau pun calon legislatif yang diusung oleh parpol tersebut. Kan calegnya itu kan, banyak dari pihak keluarga di mana mereka sangat antusias sekali mendukung. Jadi memang di sini lebih ketimbang tidak terlalu fokus kepada parpol, partai politik dan lain sebagainya.

RNW: Sejauh ini kira-kira ramalannya partai mana yang akan mendapat paling banyak suara?

IF: Saya jadi berpikir bahwa mungkin partai Demokrat ya.


Baca Selengkapnya...

GALERY KOTA TUAL


TUAL TERLIHAT DARI KEJAUHAN 500M DARI PERMUKAAN TANAH


PELABUHAN TUAL



SUASANA PENYEBRANGAN TETOAT DAN DIAN PULAU


JEMBATAN TETOAT DAN DIAN PULAU


NGURBALOT


AIR EVU


jalan jendral sudirman


jembatan fair I


jembatan fair II





Baca Selengkapnya...

Pantai Ngurbloat


Sebagai daerah kepulauan yang berbatu karang, Maluku Tenggara memiliki banyak pantai yang memikat. Udara panas, pasir putih, air laut jernih kebiruan, dan suasana tenang merupakan karakteristik umum pantai–pantai yang ada di pulau–pulau pada sisi timur Laut Banda tersebut.

Salah satu pantai yang menjadi tempat wisata utama di Maluku Tenggara adalah Pantai Ngurbloat, artinya Pantai Pasir Panjang. Pantai Ngurbloat terletak di Desa Ngilngof di bagian barat Pulau Kei Kecil. Sesuai dengan sebutannya, pantai pasir putih ini memanjang hingga tiga kilometer.

Keistimewaan Ngurbloat adalah pasir pantainya. Selain bentangan pasir pantai sangat luas, warna pasir pantai Ngurbloat putih cerah dan sangat lembut. Kondisi itulah yang membedakan Ngurbloat dengan pantai lainnya.

Dalam kondisi mendung pun, pasir pantai tetap terlihat berkilau dan cukup menyilaukan mata. Kelembutan pasir yang ada di Pantai Ngurbloat diyakini masyarakat hanya dapat ditandingi oleh kelembutan tepung.

Saat memasuki areal pantai yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya Desa Ngilngof, para wisatawan akan disambut oleh lambaian pohon kelapa yang menjulang tinggi. Namun, hati–hati saat menapaki jalan pantai, terutama bila musim hujan. Jalan masuk menuju pantai yang terbuat dari batu karang sangat licin.

Hamparan luas pasir putih di Ngurbloat itu sangat menyenangkan bagi mereka yang senang berjalan–jalan dan bermain di pinggir pantai. Bagi yang hobi berolahraga, Ngurbloat cocok untuk tempat bermain voli pantai, sepak bola, atau lari pagi.

Pengunjung yang berolahraga tidak perlu khawatir akan berdesak–desakan dengan wisatawan lainnya.

Bagi wisatawan yang membawa anak balita, jangan lupa membawa peralatan untuk bermain pasir. Butiran pasir pantai yang halus menjadikan kulit terasa nyaman saat bersentuhan dengannya.

Di kawasan itu juga orang bisa berenang. Lokasinya cukup aman dan luas karena Pantai Ngurbloat landai. Pulau–pulau kecil yang terletak berhadapan dengan pantai itu membuat ombak laut di pantai tersebut tidak terlalu besar dan arusnya pun tidak terlalu kuat.

Suasana tenang

Pantai Ngurbloat tidak hanya berair jernih, tetapi juga relatif bersih dari sampah dan limbah. Hanya sedikit sampah organik dari rumput laut yang terlihat tercecer di beberapa tempat.

Untuk turis yang lelah beraktivitas di pantai atau sengaja ingin bermalas–malasan sambil menikmati panorama tersedia sejumlah pondok tempat menjual makanan dan minuman maupun tempat peristirahatan tersedia di tepi pantai. Bersantai di bawah rindang pepohonan terasa sangat menyenangkan. Apalagi udara terasa segar dan suasana begitu tenang.

Sejumlah tempat untuk bermain ayunan pun ditempatkan di antara ranting–ranting pohon sehingga sangat nyaman digunakan untuk tidur–tiduran di alam terbuka atau membaca buku.

Sejumlah kamar di beberapa penginapan di sekitar situ disediakan untuk wisatawan yang ingin bermalam di tepi pantai. Penginapan–penginapan tersebut umumnya berupa rumah panggung ala tropis yang terbuat dari kayu.

Namun sayang, banyak sampah dari botol dan gelas plastik bekas minuman tertumpuk di pinggiran pantai.

Prasarana

Pantai Ngurbloat yang terletak di pesisir barat Pulau Kei Kecil berjarak sekitar 20 kilometer dari Tual, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara. Daerah itu dapat dicapai dengan menggunakan mobil sewaan ataupun angkutan umum yang berpangkalan di Pasar Ohoijang, Langgur. Perjalanan dari Tual ke Pantai Ngurbloat ditempuh sekitar satu jam.

Sepanjang perjalanan pemandangan yang banyak terlihat adalah hamparan semak belukar. Terdapat sejumlah perkampungan kecil yang letaknya terpencar–pencar di antara hamparan padang belukar.

Tanah di Pulau Kei Kecil yang berupa batu karang menyebabkan hanya tanaman jenis tertentu yang dapat tumbuh di sana. Jarang sekali ditemukan pohon–pohon besar dan rimbun.

Untuk ke Maluku Tenggara sendiri, wisatawan dapat menggunakan pesawat terbang ataupun kapal laut dari Ambon. Perjalanan dari Bandar Udara Pattimura, Ambon, menuju Bandar Udara Dumatubun di Langgur ditempuh sekitar 1,5 jam dengan menggunakan pesawat berbadan kecil.

Hampir setiap hari terdapat penerbangan dari Ambon menuju Langgur dengan maskapai yang berbeda–beda.

Bagi yang gemar menggunakan angkutan laut, perjalanan dapat dilakukan dari Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, menuju Pelabuhan Tual. Perjalanan ini berlangsung sekitar 18 jam dengan menggunakan kapal penumpang milik PT Pelni. Waktu tempuh tersebut termasuk singgah sekitar dua jam di Pelabuhan Banda Naira. Namun, perjalanan laut ini biasanya hanya satu kali dalam satu minggu.

Kacang botol dan mutiara

Selain Pantai Ngurbloat, Maluku Tenggara, juga memiliki sejumlah obyek wisata pantai lain. Di Pulau Dullah terdapat Pantai Difur dan Pantai Nam Indah yang dirindangi aneka pepohonan. Di Pulau Kei Kecil terdapat Pantai Ngursamadan di Desa Ohoililir, Pantai Disuk, dan Pantai Nadiun Ohoidertawun. Ciri utama dari pantai–pantai itu airnya yang amat jernih dan sekitar pantai teduh oleh rimbunnya pepohonan.

Di Pulau Kei Besar juga ada Pantai Walar yang lokasinya antara Desa Ohoiwait dan Desa Ohoiel, serta Pantai Udar di Desa Tamngil Nuhuten. Ada juga Pulau Kelapa dan Taman Sos yang memiliki panorama pantai yang memesona dan batu karang indah.

Wisatawan yang berkunjung ke Maluku Tenggara sebaiknya tak lupa menikmati makanan khas Bumi Larvur Ngabal berupa aneka jenis ikan, kerang, dan siput. Ukuran ikan–ikan yang dihidangkan umumnya cukup besar sehingga sangat lezat dinikmati bersama keluarga, teman, ataupun rekanan.

Hidangan lain yang berasal dari laut adalah lat, yaitu sejenis salad yang terbuat dari berbagai jenis rumput laut. Makanan khas ini sulit ditemukan di luar Maluku Tenggara. Warnanya yang hijau segar membuat mata tergoda untuk mencicipinya.

Sebagai buah tangan untuk keluarga dan teman, Maluku Tenggara memiliki kacang botol. Sesuai dengan namanya, kacang botol adalah kacang dalam aneka rasa yang dijual dalam botol–botol kaca. Camilan itu banyak dijual para pedagang keturunan Arab di sekitar Pasar Tual.

Jika botol–botol tersebut dianggap terlalu berat dan merepotkan untuk dibawa, para pembeli dapat meminta agar kacang tersebut dimasukkan dalam kantong plastik. Tentu saja ciri khas sebagai kacang botol menjadi hilang.

Bagi penggemar perhiasan, Maluku Tenggara merupakan pusat mutiara. Berbagai perhiasan, mulai dari cincin hingga anting–anting yang dilengkapi mutiara, dijual di toko–toko cenderamata di Tual.


Baca Selengkapnya...

Sabtu, 11 April 2009

HIPERHIDROSIS

Hiperhidrosis atau keringat yang berlebihan dapat teijadi menyeluruh (generalized)atau lokal. Hiperhidrosis menyeluruh biasanya berhubungan dengan penyakit sistemik tertentu, seperti hipertiroid, diabetes melitus, infeksi samar, retikulosis dan lain-lain;
sedangkan hiperhidrosis lokal sering tidak mempunyai dasar organik. Bila tidak dapat
diobati secara kausal, pengobatan simtomatik dapat berupa obat (oral maupun topikal),
tindakan bedah atau elektrik.

Hiperhidrosis aksilar dapat dikendalikan dengan obat-obat topikal yang
mengandung Al-kloridahexahidrat atau Al-klorohidrat yang digunakan malam hari disaat aksila kering; penggunaan sekali seminggu umumnya cukup efektif.

Hiperhidrosis palmar dan kaki lebih sulit diatasi. Bila obat-obat topikal gagal, dapat
dicoba iontoforesis ­ penggunaan arus listrik voltase rendah (20 MA,50 V) yang dialirkan
melalui daerah yang akan diobati selama 5 - 10 menit, dua kali seminggu dalam media
air. Ke dalam air dapat ditambah obat-obat antikolinergik seperti glikopironim bromida
atau poldinmetilsulfat. Obatantikolinergik oral dapat menimbulkanefeksamping seperti
mulut kering, penglihatan kabur, glaukoma, bahkan serangan kejang. Propan telinbromida dapat digunakan sampai dosis 150 mg perhani dengan efek samping minimal.

Usaha terakhir berupa tindakan bedah, ditujukan untuk merusak ganglion otonom yangsesuai, atau mengekstirpasi kelenjar keringat, terutama di aksila. Tindakan merusak ganglion otonom dapat menimbulkan efek samping sindrom Homer, terlalu `kering' atau hiperhidrosis kompensatorik di tempat lain; sedangkan tindakan ekstir pasi dapat menyebabkan efek mutilasi.

Mengingat sebenamya hiperhidrosis merupakan penyakit yang self-limiting, tindakan bedah jarang sekali diperlukan.


Baca Selengkapnya...

Sabtu, 06 Desember 2008

Sejarah Kabupaten Maluku Tenggara

Wilayah Maluku Tenggara pada zaman penjajahan Belanda tercakup dalam Jenis / Bentuk Organisasi yang diberi nama “Recht Streek Bestuurde Gebieden “ bersama- sama dengan Maluku Tenggara dan Kota Ambon dan dikenal dengan “ Residentie De Zuit Molukken “.


Elat, (serta Tepa dan Touwawan) dikenal dengan “ Bestuur Ressort “ Tual dan Dodo, (serta Saumlaki dan Wonreli) dikepalai oleh “ Hooft Van Plaasselyk “ atau Kepala Pemerintahan Setempat (KPS).

Kota Tual pada tahun 1984 adalah Ibukota “ Onder Afdeling Kei Eenlanden “ yang dikepalai oleh seseorang Asisten Residen.

Sesudah Kemerdekaan Republik Indonesia barulah Daerah Maluku Tenggara merupakan bagian dari Maluku Selatan.

Tokoh-tokoh Maluku Tenggara yang menduduki dewan Maluku Selatan adalah : A. Koedoeboen, S.Pooroe, Hi.A.Gani Renuat, B. Setitit. Mereka berpendapat bahwa letak Geografis Maluku Tenggara Jauh dari Ambon sebagai Ibukota daerah Maluku Selatan serta kurangnya sarana dan prasarana perhubungan ke Maluku Tenggara.

Pada tahun 1950 – 1951 sidang Dewan Maluku Selatan dilaksanakan di Ambon. Tahun 1951, Gubernur Maluku MR.J. Latuharhary dengan menumpang Kapal Kasimbar mengunjungi Maluku Tenggara. Pada kesempatan kunjungan itu Gubernur mengundang tokoh-tokoh Maluku Tenggara untuk mengadakan pertemuan diatas Kapal Kasimbar dan menjelaskan bahwa tuntutan tokoh-tokoh Maluku Tenggara telah dipenuhi, maka Daerah Maluku Selatan dibagi 2( Dua ) bagian yaitu

  1. Daerah Tingkat II Maluku Tengah
  2. Daerah Tingkat II Maluku Tenggara

Untuk menentukan Ibukota Daerah Tingkat II Maluku Tenggara, diadakan pertemuan dimana terjadi perdebatan seru antara tokoh-tokoh yang berasal dari Kei, Aru dan Kisar dengan tokoh-tokoh dari Larat, Saumlaki dan Tepa yang menghendaki Saumlaki sebagai Ibukota Daerah Tingkat II Maluku Tenggara. Perbedaan pendapat tentang Ibukota Maluku Tenggara tersebut akhirnya didapatlah persetujuan bersama Tual menjadi Ibukota.

Pada tahun 1957 Maluku Tenggara menjadi Daerah Swatantra Tingkat II Maluku Tenggara tetap dengan Ibukota Tual. Tahun 1974 Kota Tual tetap menjadi Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara dengan membawahi 8 (delapan) Kecamatan Masing-masing :

  1. Kecamatan P.P Terselatan
  2. Kecamatan Letti Moa Lakor
  3. Kecamatan P.P.Babar
  4. Kecamatan Tanimbar Selatan
  5. Kecamatan Tanimbar Utara
  6. Kecamatan Kei Kecil
  7. Kecamatan Kei Besar
  8. Kecamatan P.P Aru

Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2000 sudah dimekarkan menjadi dua Kabupaten masing-masing Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Kabupaten maluku Tenggara membawahi 3 (tiga) Kecamatan Masing – masing :

  1. Kecamatan Kei Kecil
  2. Kecamatan Kei Besar
  3. Kecamatan P.P Aru

Sedangkan Kabupaten Maluku Tenggara Barat membawahi 5 Kecamatan lainnya.

Kabupaten Maluku Tenggara padaa tahun 2003 kembali dimekarkan menjadi dua Kabupaten, yakni Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru. dan galery maluku tenggara dapat anda lihat diKota Tual Galery.


Baca Selengkapnya...

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP