Sabtu, 11 April 2009

HIPERHIDROSIS

Hiperhidrosis atau keringat yang berlebihan dapat teijadi menyeluruh (generalized)atau lokal. Hiperhidrosis menyeluruh biasanya berhubungan dengan penyakit sistemik tertentu, seperti hipertiroid, diabetes melitus, infeksi samar, retikulosis dan lain-lain;
sedangkan hiperhidrosis lokal sering tidak mempunyai dasar organik. Bila tidak dapat
diobati secara kausal, pengobatan simtomatik dapat berupa obat (oral maupun topikal),
tindakan bedah atau elektrik.

Hiperhidrosis aksilar dapat dikendalikan dengan obat-obat topikal yang
mengandung Al-kloridahexahidrat atau Al-klorohidrat yang digunakan malam hari disaat aksila kering; penggunaan sekali seminggu umumnya cukup efektif.

Hiperhidrosis palmar dan kaki lebih sulit diatasi. Bila obat-obat topikal gagal, dapat
dicoba iontoforesis ­ penggunaan arus listrik voltase rendah (20 MA,50 V) yang dialirkan
melalui daerah yang akan diobati selama 5 - 10 menit, dua kali seminggu dalam media
air. Ke dalam air dapat ditambah obat-obat antikolinergik seperti glikopironim bromida
atau poldinmetilsulfat. Obatantikolinergik oral dapat menimbulkanefeksamping seperti
mulut kering, penglihatan kabur, glaukoma, bahkan serangan kejang. Propan telinbromida dapat digunakan sampai dosis 150 mg perhani dengan efek samping minimal.

Usaha terakhir berupa tindakan bedah, ditujukan untuk merusak ganglion otonom yangsesuai, atau mengekstirpasi kelenjar keringat, terutama di aksila. Tindakan merusak ganglion otonom dapat menimbulkan efek samping sindrom Homer, terlalu `kering' atau hiperhidrosis kompensatorik di tempat lain; sedangkan tindakan ekstir pasi dapat menyebabkan efek mutilasi.

Mengingat sebenamya hiperhidrosis merupakan penyakit yang self-limiting, tindakan bedah jarang sekali diperlukan.

0 komentar:

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP