Sabtu, 06 Desember 2008

Sejarah Kabupaten Maluku Tenggara

Wilayah Maluku Tenggara pada zaman penjajahan Belanda tercakup dalam Jenis / Bentuk Organisasi yang diberi nama “Recht Streek Bestuurde Gebieden “ bersama- sama dengan Maluku Tenggara dan Kota Ambon dan dikenal dengan “ Residentie De Zuit Molukken “.


Elat, (serta Tepa dan Touwawan) dikenal dengan “ Bestuur Ressort “ Tual dan Dodo, (serta Saumlaki dan Wonreli) dikepalai oleh “ Hooft Van Plaasselyk “ atau Kepala Pemerintahan Setempat (KPS).

Kota Tual pada tahun 1984 adalah Ibukota “ Onder Afdeling Kei Eenlanden “ yang dikepalai oleh seseorang Asisten Residen.

Sesudah Kemerdekaan Republik Indonesia barulah Daerah Maluku Tenggara merupakan bagian dari Maluku Selatan.

Tokoh-tokoh Maluku Tenggara yang menduduki dewan Maluku Selatan adalah : A. Koedoeboen, S.Pooroe, Hi.A.Gani Renuat, B. Setitit. Mereka berpendapat bahwa letak Geografis Maluku Tenggara Jauh dari Ambon sebagai Ibukota daerah Maluku Selatan serta kurangnya sarana dan prasarana perhubungan ke Maluku Tenggara.

Pada tahun 1950 – 1951 sidang Dewan Maluku Selatan dilaksanakan di Ambon. Tahun 1951, Gubernur Maluku MR.J. Latuharhary dengan menumpang Kapal Kasimbar mengunjungi Maluku Tenggara. Pada kesempatan kunjungan itu Gubernur mengundang tokoh-tokoh Maluku Tenggara untuk mengadakan pertemuan diatas Kapal Kasimbar dan menjelaskan bahwa tuntutan tokoh-tokoh Maluku Tenggara telah dipenuhi, maka Daerah Maluku Selatan dibagi 2( Dua ) bagian yaitu

  1. Daerah Tingkat II Maluku Tengah
  2. Daerah Tingkat II Maluku Tenggara

Untuk menentukan Ibukota Daerah Tingkat II Maluku Tenggara, diadakan pertemuan dimana terjadi perdebatan seru antara tokoh-tokoh yang berasal dari Kei, Aru dan Kisar dengan tokoh-tokoh dari Larat, Saumlaki dan Tepa yang menghendaki Saumlaki sebagai Ibukota Daerah Tingkat II Maluku Tenggara. Perbedaan pendapat tentang Ibukota Maluku Tenggara tersebut akhirnya didapatlah persetujuan bersama Tual menjadi Ibukota.

Pada tahun 1957 Maluku Tenggara menjadi Daerah Swatantra Tingkat II Maluku Tenggara tetap dengan Ibukota Tual. Tahun 1974 Kota Tual tetap menjadi Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara dengan membawahi 8 (delapan) Kecamatan Masing-masing :

  1. Kecamatan P.P Terselatan
  2. Kecamatan Letti Moa Lakor
  3. Kecamatan P.P.Babar
  4. Kecamatan Tanimbar Selatan
  5. Kecamatan Tanimbar Utara
  6. Kecamatan Kei Kecil
  7. Kecamatan Kei Besar
  8. Kecamatan P.P Aru

Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2000 sudah dimekarkan menjadi dua Kabupaten masing-masing Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Kabupaten maluku Tenggara membawahi 3 (tiga) Kecamatan Masing – masing :

  1. Kecamatan Kei Kecil
  2. Kecamatan Kei Besar
  3. Kecamatan P.P Aru

Sedangkan Kabupaten Maluku Tenggara Barat membawahi 5 Kecamatan lainnya.

Kabupaten Maluku Tenggara padaa tahun 2003 kembali dimekarkan menjadi dua Kabupaten, yakni Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru. dan galery maluku tenggara dapat anda lihat diKota Tual Galery.

0 komentar:

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP